Saturday, January 21, 2012
In:
Berita
,
Pengetahuan Menarik
Menolong Teman Malah Meninggal
Pelajar kelas III SMK Budi Dharma, Riva Nugraha (17), tewas mengenaskan tertabrak KRL Pakuan Express Bogor-Jakarta di dekat pelintasan KRL di Pajagalan, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (18/4/2011) sekitar pukul 10.30.

Riva sebelumnya mengikuti ujian nasional (UN) di sekolahnya yang berlokasi di Jalan Heulang, Tanah Sareal, tak jauh dari lintasan KRL tersebut.
Berdasarkan informasi dari lapangan, seusai mengikuti UN, Riva bersama Prayoga meninggalkan sekolahnya berjalan kaki. Mereka berencana ke sebuah warnet yang ada di Jalan Kebon Pedes. Kecelakaan terjadi saat mereka akan menyeberang rel kereta api.
"Kami asyik mengobrol dan tak memerhatikan sekitar. Saya yang sebetulnya mau ditabrak KRL ekonomi Jakarta-Bogor, tetapi ditarik Riva sehingga saya selamat," kata Prayoga.

KRL yang menabrak Riva adalah KRL Pakuan Express dari Bogor ke Jakarta.
"Kami tidak sadar. Setelah kereta (ekonomi) itu lewat, ada kereta lagi. Begitu kereta (ekonomi) lewat, Riva langsung menyeberang. Dia menengok ke saya. Sambil tertawa, dia menyeberang. Ternyata ada kereta lagi. Riva tersambar," tutur Prayoga yang masih terpukul.

Petugas dari Kepolisian Sektor Tanah Sareal membawa tubuh korban ke Bagian Forensik Rumah Sakit PMI Bogor.
Ayah korban, Encep, terpukul akibat kematian anak pertamanya itu. "Tadi pagi Riva pamit untuk berangkat ke sekolah mengikuti UN. Saya bilang hati-hati. Siangnya, saya melihat anak saya sudah meninggal dunia."
Tono, seorang guru SMK Budi Dharma, datang ke Rumah Sakit PMI Bogor. Ia mengatakan, pihak sekolah sebetulnya sudah menginstruksikan kepada semua siswa agar langsung pulang setelah UN."Sebab, ini UN hari pertama, masih ada tiga hari lagi. Tetapi ini sudah takdir," katanya.
sumber
Riva sebelumnya mengikuti ujian nasional (UN) di sekolahnya yang berlokasi di Jalan Heulang, Tanah Sareal, tak jauh dari lintasan KRL tersebut.
Berdasarkan informasi dari lapangan, seusai mengikuti UN, Riva bersama Prayoga meninggalkan sekolahnya berjalan kaki. Mereka berencana ke sebuah warnet yang ada di Jalan Kebon Pedes. Kecelakaan terjadi saat mereka akan menyeberang rel kereta api.
"Kami asyik mengobrol dan tak memerhatikan sekitar. Saya yang sebetulnya mau ditabrak KRL ekonomi Jakarta-Bogor, tetapi ditarik Riva sehingga saya selamat," kata Prayoga.

KRL yang menabrak Riva adalah KRL Pakuan Express dari Bogor ke Jakarta.
"Kami tidak sadar. Setelah kereta (ekonomi) itu lewat, ada kereta lagi. Begitu kereta (ekonomi) lewat, Riva langsung menyeberang. Dia menengok ke saya. Sambil tertawa, dia menyeberang. Ternyata ada kereta lagi. Riva tersambar," tutur Prayoga yang masih terpukul.

Petugas dari Kepolisian Sektor Tanah Sareal membawa tubuh korban ke Bagian Forensik Rumah Sakit PMI Bogor.
Ayah korban, Encep, terpukul akibat kematian anak pertamanya itu. "Tadi pagi Riva pamit untuk berangkat ke sekolah mengikuti UN. Saya bilang hati-hati. Siangnya, saya melihat anak saya sudah meninggal dunia."
Tono, seorang guru SMK Budi Dharma, datang ke Rumah Sakit PMI Bogor. Ia mengatakan, pihak sekolah sebetulnya sudah menginstruksikan kepada semua siswa agar langsung pulang setelah UN."Sebab, ini UN hari pertama, masih ada tiga hari lagi. Tetapi ini sudah takdir," katanya.
sumber
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Labels
*Latest Games*
0-9
A
Action
Adventure
Amazing
Arcade
Artist
B
Berita
Big Games
C
Card
D
Dash
Did You Know?
Dunia Hiburan
E
F
FPS
G
Goverment
Gratis
H
Hewan
Hidden Object
Hot
Humor
Hunting
I
J
K
Kesehatan
Kids Games
L
Logic
Love
Lucu dan Unik
M
Mahjongg
Mencengangkan
Misteri
Mystery
N
O
Olahraga
Otomotif
P
Pengetahuan Menarik
People
Percintaan
Puzzle / Match 3
Q
R
Racing
Renungan
RPG
S
Sex
Simulator
Sport
Strategy
T
Teknologi
Time Management
Tips
Tips dan Trik
Tycoon
V
Video
W
Word
Y
Z
Zuma Games
0 comments:
Post a Comment